Pada zaman ini, mendengar nama Adolf Hitler sama dengan mendengar nama penjahat kelas berat, bahkan
kalau boleh diurutkan, Adolf Hitler adalah penjahat besar nomor satu di dunia, kenapa? Tak lain adalah karena dia pemimpin, pembunuh, penjagal dan seabrek predikat buruk lain yang melekat pada dirinya.
Namun, apakah Adolf Hitler tak bisa dianggap sebagai manusia yang berjasa? Atau manusia yang telah menjadikan dia sebagai Bapak yang mempunyai pengaruh di dunia ini? Pertanyaan ini mungkin bisa dianggap sebuah kejanggalan, apalagi pada zaman sekarang, bisa-bisa kita dianggap sebagai calon penjahat besar baru.
Sayang sekali, saat ini dunia dikuasai oleh musuh-musuh Hitler, tentu saja yang disebarkan adalah kehidupan sisi negatif dari seorang pemimpin besar tersebut tanpa menoleh sedikitpun segi positifnya, padahal manusia tak kan pernah luput dari dua kutub, baik dan buruk.
Adolf Hitler lahir pada tanggal 20 April 1889 di Braunau am Inn, Austria pukul setengah tujuh malam. Ayah Hitler, Alois hitelr, merupakan seorang pegawai kantor bea cukai. Pada masa kecil,
Adolf Hitler mempunyai cita-cita menjadi seorang biarawan, bahkan ia pernah mendalami dengan serius untuk menjadi seorang biarawan, namun ketika beranjak dewasa, cita-citanya berubah ingin menjadi seorang seniman dengan mencoba mendaftarkan ujian masuk salah satu perguruan di Wina, Austria, meskipun ia gagal. Perubahan cita-cita Hitler menjadi seorang seniman memang sudah terlihat dari awal, dari semua nilai mata pelajaran, hanya pelajaran seni yang memiliki nilai memuaskan. Hitler kecil juga senang bermain perang-perangan, bahkan dia sering menjadi komando dari permainan tersebut. Sungguh bakat yang sudah terlihat dari awal.
Kekalahan Jerman pada Perang Dunia I membuat Hitler terpukul dan sedih, untuk itu dia bergabung dengan Partai Buruh Jerman (Deutsche Arbeiterpartei / DAP) pada bulan juli 1921, partai kecil berhaluan kanan di Munich, namun akhirnya nama partai itu diubah menjadi Partai Buruh Nasionalis Jerman (Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei / NSDAP) atau partai Nazi.
Dalam waktu sekejap saja, partai itu tumbuh secara pesat di bawah pimpinan Hitler dan menjadi sebuah kekuatan tersendiri selain kekuatan pemerintah waktu itu. Dengan berbekal kekuatan yang mendukung, Hitler memberanikan untuk melakukan kudeta pada bulan November 1923, namun usaha tersebut gagal, bahkan berbuntut dijebloskannya Hitler ke penjara dengan tuduhan pengkhianatan terhadap negara selama setahun.
Keadaan Jerman pada waktu itu yang dilanda krisis, membuat rakyat bosan dengan janji-janji Pemerintah dan membuat mereka tidak puas dengan partai-partai politik, keadaan ini dimanfaatkan oleh Hitler untuk merebut simpati rakyat. Usaha ini berhasil dan mengantarkan Nazi sebagai partai terkuat.
Dengan menduduki jabatan Kanselir Jerman pada bulan Januari 1933, sifat kediktatoran Hitler sudah tampak, semua oposisi dibabat habis, praktis tak ada perlawanan dari para oposisi, karena mereka menyadari akan kekuatan Hitler dengan Nazinya. Jerman yang berada dalam genggaman Hitler dengan cepat menjadi sebuah negara yang bisa bersaing dengan bangsa tetangganya, mesin mobil modern (Autos), jalan tol bebas hambatan (Autobahn), Mesin roket, Mesin Jet, Stealth Plane, kapal selam (Untersee Boot), Infra red device dan lain sebagainya merupakan usaha yang telah dilakukan oleh Jerman di bawah kekuasaan Hitler sehingga mampu membuat Negara Jerman berada dalam urutan atas di benua eropa. Salah satu sumbangan Hitler dalam dunia otomotif adalah usulannya untuk membuat kendaraan yang berharga murah dan dapat di jangkau oleh warga Jerman yang akhirnya diwujudkan dalam bentuk mobil Volkswagen (VW) sampai akhirnya Hitler meraih dukungan sebagian besar penduduk Jerman karena dapat menekan angka kemiskinan dan melakukan perbaikan dalam bidang ekonomi, dampaknya bisa dirasakan oleh warga Jerman dengan berkurangnya angka pengangguran. Inilah bentuk real yang sangat di harapkan oleh seluruh rakyat di dunia dimanapun dan kapanpun.
Bahkan, sebelum Hitler berkuasa, Jerman berada dalam inflasi yang amat parah, tapi dalam penanganan yang tepat, Jerman berhasil keluar dari krisis hanya dalam kurun waktu kurang dari satu dasawarsa, tepatnya 9 tahun dan Jerman berubah menjadi sebuah negara industri yang kuat. Tak lain ini adalah pengendalian kekusaan yang professional dari seorang yang di sebut-sebut sebagai manusia kejam.
Hitler pun berbeda dengan kebiasaan orang eropa yang tiap hari selalu ditemani minuman, namun bagi Hitler tak ada kata minum dalam kehidupan sehari-hari, Hitler juga tak merokok, tak suka main perempuan, dan seorang pemimpin yang brilian dalam militer meskipun tak lepas dari sifat otoriternya, namun sifat tersebut tentunya untuk kebaikan militer Jerman yang kala itu masing-masing negara di eropa selalu menampilkan kekuatan milternya, pastinya untuk menjadi penguasa dunia.
Keputusan Hitler untuk menyerang negara eropa adalah keputusan tepat, ini karena lebih baik menyerang dulu dari pada diserang, dengan memakai taktik cepat yang dikenal dengan blitzkrieg (serangan darat, udara yang handal dan mengejut) satu persatu negara-negara eropa dicaploknya. Puncaknya pada tahun 1940, Polandia ,Denmark, Norwegia, Belanda, Belgia, Luxemburg, dengan mudah dapat dikalahkan, bahkan Prancis pun harus mengakui keunggulan Jerman. Inggris hampir saja menjadi santapan berikutnya, namun dengan usaha mati-matian Inggris dapat menggagalkan serangan udara Jerman yang di kenal dengan Battle of Britain. Tahun-tahun berikutnya Hitler tak kenal lelah untuk menjadi penguasa Eropa, Yunani, Yugoslavia menjadi negara yang berada di kekuasaan Hitler, bahkan dengan berani Hitler menyerang negara besar Uni Soviet meskipun tak seluruh wilayah Uni Soviet sempat didudukinya, yang lebih mencengangkan lagi dari kelakuan Hitler, meskipun masih berperang dengan Inggris dan Uni Soviet yang jelas-jelas adalah negara kuat dalam segi militer, Hitler juga menantang Amerika Serikat pada bulan desember 1941. Pada pertengahan 1942, Jerman berhasil menguasai sebagian besar eropa, bahkan Afrika Utara pun tak luput dari jangkauan Hitler, benar-benar mengukir sejarah baru yang tak ada tandingannya dari dulu sampai zaman sekarang.
Namun, tak selamanya seseorang berada di atas terus, roda pasti berputar dan berganti. Kekalahan Hitler pun datang, setelah satu persatu angkatan senjata Jerman mengalami kekalahan dalam peperangan, Hitler pun segera menikahi seorang wanita yang menjadi simpanannya bernama Eva Braun, kemudian bunuh diri bersama-sama tanggal 30 April 1945, jasadnya dibakar agar tak jatuh ke tangan musuh.
Kisah Hitler memang sangat menarik, selain kisah meyeramkan tentunya, bagaimana tidak, Hitler yang lahir di Austria dapat menguasai negara yang bukan negara aslinya, Jerman, orang yang tak punya bakat dalam berpoltik, semasa kecil hidupnya dalam kemiskinan bisa menjadi seorang penguasa Eropa hanya dalam waktu empat belas tahun dan menjadi pemimpin yang sangat di takuti oleh lawannya. Benar-benar pemimpin luar biasa yang mempunyai ambisi sangat kuat. Tak heran, kalau saya pribadi meletakkan Adolf Hitler sejajar dengan Patih Gajah Mada, tentunya dalam hal menjadi pemimpin yang berhasil menyatukan dan menguasai wilayah yang luas
Sekejam apapun sifat seseorang, namun kita tak harus meninggalkan sisi-sisi kebaikan orang tersebut, apalagi ia berjasa dalam suatu negara atau bahkan dunia. Tak boleh memvonis sepihak bahwa seseorang memiliki predikat buruk atau penjahat hanya karena perbuatannya yang telah melukai orang lain.
Hitler juga baik lho....
X_SCORPION'S, Jumat, 20 November 2009Inul, Hitler, dan Machiavelli
X_SCORPION'S,Pramono Anung, Wakil Sekjen PDIP, pada 12 September 2003, membuat pernyataan yang kemudian banyak dikutip oleh media massa. Yakni, PDIP akan menjadikan Inul Daratista sebagai ikon partai. Menurut Pramono, memilih Inul sebagai ikon PDIP merupakan salah satu keuntungan, karena partai-partai Islam tak mungkin bisa
melakukan hal serupa. Memilih Inul sebagai ikon partai, lanjut Pramono, merupakan strategi yang dipilih PDIP dalam merebut hati rakyat. Dalam Pemilu mendatang, yang terjadi sebenarnya pertarungan pencitraan partai. Jadi masalahnya adalah bagaimana partai bisa merebut hati rakyat.
Mungkin, sebagian orang menilai, ungkapan Wakil Sekjen DPP PDIP itu sebagai hal yang biasa-biasa saja. Sebab, dalam politik, yang terpenting adalah “kepentingan” atau “interest”, sehingga banyak sekali yang mengutip ungkapan “tidak ada kawan yang abadi dalam politik, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi.” Orang bisa berteman dalam politik karena kepentingan yang sama, dan bisa bertengkar karena faktor kepentingan juga.
Banyak yang kemudian percaya, bahwa politik adalah bebas moral, dan karena itu, tujuan menghalalkan segala cara (al-ghayah tubarrirul wasiilah atau targets justify means).
Tampaknya, karena dianggap sebagai hal biasa itulah, maka media massa kita kemudian tidak menjadikan ungkapan Wakil Sekjen PDIP soal ‘ikon Inul’ itu sebagai berita penting.
Padahal, jika ditelaah lebih jauh, ungkapan itu adalah sangat serius, karena mengandung makna sejarah dan filosofi yang mendalam. Inilah yang dalam sejarah dikenal sebagai politik Machiavelis. Politik yang menghalalkan segala cara.
Jika partai terbesar di Indonesia sudah menggunakan cara-cara seperti ini, maka patut dipertanyakan, inikah demokrasi yang diinginkan oleh bangsa Indonesia, yang katanya, bersifat religius dan mendasarkan dirinya pada Ketuhanan yang Maha Esa. Tuhan yang mana yang meridhai tindakan mempertontonkan aurat dan erotisme secara vulgar? Jika Inul, yang kemudian menjelma menjadi simbol erotime dalam kesenian, lalu dijadikan ikon sebuah partai, mau ke manakah moralitas bangsa Indonesia akan dibawa? Bukan hanya dari segi moral, dari segi ketinggian selera kesenian pun patut dipertanyakan.
Apa arti Ikon? Dalam bahasa Inggris, kata ini ditulis sebagai “icon” yang dalam Kamus American Heritage Dictionary diartikan sebagai: “A religious image painted on a panel”. Hassan Shadili menerjemahkannya ke bahasa Indonesia sebagai “patung / gambar orang suci”. Kamus al-Mawrid menerjemahkan kata “icon” ke dalam bahasa Arab sebagai (1) timtsal (2) iqanah (3) ma’bud. Jadi, kata ikon, memang memiliki konotasi keagamaan, bahkan ada konotasi penghormatan yang sangat tinggi, pengagungan, atau bahkan penyembahan, atau ibadah.
Jika kamus al-Mawrid dipakai, maka salah satu artinya adalah al-ma’bud, yang disembah. Jadi, kalimat “menjadikan Inul sebagai ikon partai”, bisa bermakna, “menjadikan Inul sebagai sesembahan”.
Tentu, kita bertanya, mengapa Inul dipuja dan ditempatkan dalam kedudukan yang begitu terhormat, melebihi para cendekiawan dan pemikir? Apakah Inul lebih berharga ketimbang Kwik Kian Gie, Laksamana Sukardi, Rizal Mallarangeng, atau Ir. Pramono Anung dan cendekiawan lainnya?
Mengapa Inul jadi Ikon partai? Jawabannya, adalah karena Inul diharapkan dapat mendatangkan suara untuk partai. Show Inul selama ini terbukti sangat diminati pengunjung. Ribuan orang datang untuk menyaksikannya. Berbagai produk juga menampilkannya sebagai bintang iklan. Stasiun TV berebut menampilkannya, karena mudah meraup untung.
Ringkasnya, Inul adalah mesin penarik uang yang terbukti ampuh, dan nanti akan dicoba untuk dijadikan sebagai mesin penarik kekuasaan. Jika rencana ini akan menjadi kenyataan, kita akan menyaksikan sebuah panggung politik yang memprihatinkan. Partai yang bertanding masih mengandalkan unsure-unsur emosional dan irasional, bukan menawarkan program dan kredibilitas calon pemimpin bangsa.
Dalam sejarah demokrasi di Eropa, fenomena seperti ini bukan hal baru. Para politisi menjual ide-ide yang sebenarnya membahayakan moral masyarakat, tetapi justru mendapat dukungan luas. Lihatlah bagaimana Hitler (hidup antara tahun 1889-1945) dapat berkuasa di Jerman. Gagal melakukan kudeta pada tahun 1923, dan masuk penjara, Hitler kemudian menyadari pentingnya jalur demokratis untuk menyebarkan gagasan-gagasannya dan meraih kursi kekuasaan. Ia pun menggunakan kepandaiannya dalam aksi propaganda untuk menarik dukungan mssyarakat luas.
Dari segi akal sehat, adalah sulit dibayangkan, rakyat Jerman ketika itu mendukung Hitler dan memilih Nazi (National Socialist German Worker’s Party). Mengapa? Sebab, yang dijual Nazi ketika itu adalah ide-ide yang sangat mengerikan dan sangat anti-kemanusiaan. Melalui bukunya, Mein Kampf (My Struggle) yang ditulisnya dalam penjara, Hitler mengemukakan gagasan nasionalis radikal dengan basis ras (racial natinalism).
Hitler membagi manusia ke dalam dua jenis ras, yaitu ras yang superior dan ras yang inferior. Hitler menggambarkan ras Aria dan ras Yahudi sebagai “the men of God and the men of Satan”. Ia katakan: “The Jew is anti-man, the creature of another god. He must have come from another root of the human race. I set the Aryan and the Jew over and against each other.”
Siapa pun tahu, bahwa gagasan-gagasan Hitler dan Nazi seperti itu merupakan ide eksrim dan gila. Tapi, apa yang terjadi? Rakyat Jerman yang ketika itu ditimpa krisis ekonomi, terimbas depresi tahun 1929, malah mendukung Hitler.
Tahun 1928, partai Nazi hanya meraih suara 810.000. Tetapi, tahun 1930, berhasil meraih suara 6.400.000. Pada pemilu 31 Juli 1932, Nazi menjadi pemenang dengan suara 37,3 persen dan meraih 230 kursi di parlemen. Tetapi belum menjadi mayoritas mutlak. Dengan modal suara itulah, pada 30 Januari 1930, Hitler diangkat menjadi chancellor (Kanselir) Jerman. Ia didukung para industriawan, aristokrat pemilik tanah, yang mengharapkan, Hitler akan melawan komunisme, membubarkan organisasi buruh, dan meningkatkan industri militer. Pada pemilu Maret 1933, Nazi meraih 288 dari 647 kursi parlemen. Ditambah dengan koalisi dengan 52 wakil nasionalis, dan absennya wakil-wakil komunis, maka Nazi menjadi mayoritas mutlak. Itulah demokrasi di Jerman ketika itu. Rakyat Jerman mendukung gagasan-gagasan nasionalisme ekstrim Nazi dan memilih pemipin seperti Hitler yang kemudian menyeret dunia ke dalam Perang yang sangat mengerikan dengan mengorbankan nyawa jutaan manusia.
Mengapa Nazi dan Hitler didukung rakyat Jerman, meskipun partai ini membawa ide-ide gila? Jawabnya, karena Hitler dan Nazi pandai menarik suara rakyat, dengan teknik propagandanya yang canggih.
Kisah serupa dapat dijumpai di berbagai negara. Demokrasi sering gagal memilih pemimpin yang baik. Cara-cara yang digunakan untuk meraih suara rakyat pun bermacam-macam, bisa bermoral, bisa tidak. Lihatlah, bagaimana kini, partai-partai di Eropa enggan secara terbuka melakukan kampanye melawan kaum homoseksual, karena mereka tidak mau kehilangan konstituen atau suara rakyat. Sebab, dari hari ke hari, perilaku homoseksual telah dianggap sah dan sama dengan heteroseksual. Bahkan, sejumlah pendeta juga secara terbuka menyatakan sebagai gay.
Pada 1 September 2003, Eramuslim.com menulis satu berita berjudul “Kaum Gay Belanda Terbitkan Buku Pedoman Cara Perkawinan Sesama Jenis”. Buku pedoman tata-cara kawin sesama jenis kelamin setebal 60 halaman itu, sekaligus sebagai seruan pada para aktivis gay di seluruh dunia untuk berupaya memperoleh hak-hak bejat mereka. Buku itu juga sebagai bukti pengukuhan, bahwa Belanda adalah negeri pertama yang melegalisasi perkawinan sejenis. Selain itu, "kitab suci" kaum gay itu juga mendorong para kalangan gay di seluruh dunia aktif berkampanye, agar mereka bisa memperoleh hak kawin dengan sesama jenis. Buku itu berpesan, agar kaum gay berupaya keras melakukan perlawanan terhadap hukum-hukum yang diskriminatif. Mereka juga harus berjuang untuk mendapatkan hak-hak yang sama di seluruh tingkat pengadilan.
"Ini adalah suatu perjuangan bagi rakyat yang ingin sungguh-sungguh bebas dan memperoleh hak serta kesempatan yang sama bagi setiap orang," ujar Jose Smits, anggota parlemen Belanda dari Partai Buruh Belanda, didamping partner lesbiannya dan tiga anak angkat mereka.
"Memang tidak sederhana perkara kaum gay yang ingin memperoleh hak-hak yang sama sebagaimana kaum heteroseks. Ini suatu pertanyaan moral. Karena itu, ini merupakan suatu pertarungan politik untuk mendapatkan hak-hak yang setara bagi setiap orang," kata Jose Smith.
Bisa dibayangkan, jika masyarakat sudah menerima praktik homoseksualitas sebagai bagian dari gaya hidup mereka, maka para politisi yang tidak mengikuti moral, akan menjual ide-ide yang menerima praktik bejat semacam itu, sebagai bagian propaganda politik. Itu dilakukan demi meraih suara rakyat.
Bagaimana jika rakyat sudah menerima nilai-nilai pornografi, erotisme, budaya syahwat, dan sebagainya? Kita tidak heran, jika masyarakat Italia bisa memilih bintang pornografi Ilona Steler sebagai anggota parlemen. Maka, jika ada politisi Indonesia yang berpikir untuk menjual Inul sebagai ikon partainya, itu pun bisa dilihat dalam perspektif ini.
Namun, jika dipikirkan lebih jauh, praktik-praktik politik seperti ini sebanarnya merupakan satu bentuk politik Machiavelis. Istilah itu memang merujuk pada satu nama penulis terkenal di Eropa bernama Niccolo Machavelli. Siapakah orang ini?
Dia adalah seorang Italia yang hidup pada 1469-1527. Zaman itulah yang dikenal dalam sejarah Eropa sebagai zaman renaissance. Artinya: lahir kembali, atau rebirth. Renaissance mulai muncul di Italia, ketika orang-orang Barat /Eropa melihat tanda-tanda keruntuhan otoritas agama Kristen dalam kehidupan mereka. Selama 500 tahun, mulai tahun 500-1500 M, mereka hidup di zaman yang mereka sebut sebagai ‘medieval’, zaman pertengahan yang identik dengan kegelapan. Zaman kegelapan ditandai dengan dominannya pengaruh agama Kristen dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Kekuasaan agama (gereja) mau campur tangan dan menguasai segala hal.
Karena ingin melepaskan diri dari segala pengaruh gereja atau Tuhan dalam kehidupan mereka, maka mereka menamakan zaman pencerahan itu sebagai renaissance atau zaman kelahiran kembali.
Mereka menganggap, selama ratusan tahun dalam cengkeraman agama, mereka dalam keadaan mati. Maka, sekarang, setelah memasuki zaman baru, mereka merasa lahir kembali. Bagi orang Italia, yang pernah menjadi pusat kekuasaan imperium Romawi, mereka ingin kembali ke zaman kejayaan itu.
Benih-benih pencerahan itu sudah muncul sekitar abad ke-14. Ada dua corak yang dominan dalam pemikiran dan kesenian di zaman pencerahan itu, yaitu sekular dan humanis. Kajian-kajian pemikiran mulai berbasis pada pemikiran Yunani Kuno dan literatur-literatur Romawi.
Manusia, kata mereka, harus memutuskan nasibnya sendiri di dunia. Bukan Tuhan yang menentukan nasib mereka. Tahun 1486, Giovanni Pico della Mirandola (1463-1494) menulis buku berjudul “Oration on the Dignity of Man”. Manusia, kata Pico, memiliki kebebasan untuk membentuk kehidupan mereka sendiri.” (Bayangkan, pemikiran seperti ini baru muncul di Eropa pada abad ke-15. Padahal, kalangan mutakallimin di antara kaum Muslim sudah habis-habisan mendiskusikan masalah ini sekitar 700 tahun sebelumnya).
Di lapangan politik dan moralitas, nama Machiaveli menjadi terkenal, setelah menulis buku berjudul, The Prince. Oleh para pemikir Barat kemudian, karya Machiaveli ini dianggap memiliki nilai yang tinggi dan memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial politik umat manusia.
Sebuah buku berjudul “World Masterpieces” yang diterbitkan oleh WW Norton&Company, New York, tahun 1974 (cetakan kelima) menempatkan karya Machiaveli ini sebagai salah satu karya besar dalam sejarah umat manusia yang muncul di zaman renaissance. Sementara, di antara karya-karya lain yang ditampilkan dalam buku itu adalah Old Testament dan New Testament.
Tahun 2002, sebuah lembaga di Australia, The Cranlana Programme, juga menerbitkan dua jilid buku berjudul “Powerful Ideas”. Buku ini juga memuat sejumlah karya terkenal dari pemikir dunia, seperti Niccolo Machiaveli, Plato, Aristoteles, Confucius, St. Agustine, John Locke, Rousseau, Adam Smith, Immanuel Kant, Karl Marx dan sebagainya.
Perjalanan hidup Machiavelli sendiri cukup menyedihkan. Ia pernah ditahan dan disiksa, karena dituduh melawan pemerintah Italia sekitar tahun 1495. Ia menulis The Prince pada umur 44 tahun, dan baru dipublikasikan tahun 1532, lima tahun setelah kematiannya. Machiavelli dianggap sebagai salah satu pemikir yang mengajak penguasa untuk berpikir praktis demi mempertahankan kekuasaannya, dan melepaskan nilai-nilai moral yang justru dapat menjatuhkan kekuasannya. Oleh karena itu, banyak yang memberikan predikat sebagai “amoral”.
Tujuan utama dari suatu pemerintahan adalah “survival”. Dan ini melampaui nilai-nilai moral keagamaan dan kepentingan dari individu-individu dalam negara. Dengan membuang faktor “baik atau buruk” dalam kancah politik, Machiavelli membuat saran, bahwa seorang penguasa boleh menggunakan cara apa saja untuk menyelamatkan negara. Penguasa-penguasa yang sukses, kata dia, selalu bertentangan dengan pertimbangan moral dan keagamaan. Maka, kata Machiavelli lagi, “Jika situasi menjamin, penguasa dapat melanggar perjanjian dengan negara lain, dan melakukan kekejaman dan terror.”
Yang terpenting dari pemikiran Machiavelli, adalah ia telah memisahkan persoalan politik dari aspek moral dan ketuhanan. Sejarawan Marvin Perry, mencatat dalam bukunya, Western Civilization: “Machiavelli’s significance as a political thinkers serts on the fact that he removed political thought from a religious frame of reference and viewed the state and political behavior in the detached and dispassionate manner of a scientist. In secularizing and rationalizing political philosophy, he initiated a trend of thought that we recognized as distinctly modern.” Jadi, ‘sumbangan’ terbesar Machiavelli adalah menghilangkan faktor agama dalam politik, dengan memandang masalah politik dan negara, semata-mata sebagai faktor ilmiah yang rasional. Inilah yang dipandang sebagai politik modern.
Bagaimana dengan politik di Indonesia? Silakan dikaji, apakah pemikiran Machiavelli sudah merasuki dunia politik kita? Jika aspek halal-haram dihilangkan, aspek moral ditiadakan, dan politik semata-mata dipandang sebagai “struggle for power” dengan cara apa pun –termasuk menjadikan Inul sebagai Ikon– maka gejala ini perlu dicermati dengan sungguh-sungguh.
Namun, para ulama dan cendekiawan Muslim perlu mencermati dengan serius, munculnya pemikiran seperti Machiavelli itu dapat terjadi karena masyarakat sudah “muak” dengan ulah tokoh-tokoh agama yang mempermainkan atau menjual agama dengan harga yang murah. Surat pengampunan dosa diperjual belikan. Sejumlah pastor atau Paus diketahui oleh masyarakat memiliki gundik dan hidup berbeda dengan ucapan-ucapannya sebagai tokoh agama.
Machiavelli membuka jalan bagi penyingkiran agama lebih jauh. Di abad ke-18, masyarakat Perancis semakin membenci agama dan tokoh-tokohnya, karena mereka mendapatkan hak istimewa untuk bebas pajak, sementara rakyat dibebani pajak yang sangat berat.
Dalam hal ini, para politisi Muslim memiliki beban tanggung jawab yang sangat berat. Mereka dituntut bukan hanya cerdas dalam politik (termasuk dalam hal merebut/mempertahankan kekuasaan), tetapi juga dituntut memberikan suri tauladan akhlak yang tinggi, agar dapat menjadi contoh bagi masyarakatnya.
Adalah bencana besar jika banyak politisi Muslim, pintar bicara tentang moral dan syariat Islam, tetapi akhlak dan perilakunya sendiri jauh dari ucapannya. Jika masyarakat melihat semua itu, maka bisa jadi, kita akan menyaksikan terulangnya sejarah, dimana masyarakat akan lebih percaya kepada Inul daripada Kyai A atau Kyai B. Jika itu terjadi, maka tentu ini bencana besar bagi bangsa Indonesia. Kita diwajibkan melakukan amar ma’ruf nahi munkar, mengkritik orang lain. Tetapi yang lebih penting lagi, adalah memperbaiki diri sendiri. Wallahu a’lam.
Adolf Hitler, Penguasa Kharismatik yang Nyentrik
X_SCORPION'S,
Adolf Hitler dilahirkan di Braunau am Inn, Austria, dekat Jerman pada 20 April 1889. Ayah Adolf Hitler, Alois Hitler, merupakan seorang pegawai kantor bea cukai . Setelah ayahnya pensiun, keluarga Hitler pindah ke kota Lambach (awal dari kehidupan yg terus berpindah-pindah
di masa pensiun ayahnya).Ibunya merupakan keturunan yahudi. Di Kota tersebut terdapat sebuah biara Katolik yang dihiasi ukiran kayu dan batu yang diantaranya terdapat beberapa ukiran swastika, yang kemudian menjadi tempat Adolf muda belajar. Adolf Hitler dapat menyesuaikan dengan baik di sekolah biara tersebut, bahkan konon ia memiliki suara yang lumayan bagus. Sebagai Adolf muda, ia juga memiliki idola, yaitu biarawan yang melayani di sekolah biaranya, bahkan ia pernah serius selama 2 tahun bercita-cita ingin menjadi biarawan. Ketika beranjak dewasa, cita-citanya berubah ingin menjadi seorang seniman. bahkan ia mencoba untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi seni di Wina, Austria namun gagal, dan bahkan ia pernah menjadi seorang tunawisma di kota ini.Ketika Perang Dunia I meletus, Hitler turut serta pada usia 25 tahun sebagai pengantar pesan dalam pasukan Infantri Resimen Bavaria ke-16, dan ia merupakan salah satu orang yang paling beruntung di medan pertempuran. Pernah suatu kali resimennya bertemu pasukan Inggris dan Belgia di dekat Ieper (bahasa Perancis: Ypres), resimennya kehilangan 2.500 dari 3.000 orang, tewas, luka-luka atau hilang dan Adolf Hitler lolos tanpa luka sedikitpun dan beberapa kali ia berdiri di satu tempat dan kemudian berpindah ke tempat lain yang beberapa detik kemudian tempat dia sebelumnya berdiri kejatuhan bom. Luka pertamanya didapatnya pada tanggal 7 Oktober 1916 tepat 2 tahun setelah ia terjun kedalam perang, akibat pecahan mortir di perang di Kota Somme. Ketika gencatan senjata ditanda tangani pada tanggal 11 November 1918, Hitler sedang dirawat di rumah sakit akibat terkena serangan gas klorin dari inggris yang mengakibatkan buta sementara. Ketika itu Hitler menjabat sebagai kopral.
Hitler kemudian berkecimpung secara langsung dalam politik dan menjadi pengurus Partai Buruh Jerman (bahasa Jerman: Deutsche Arbeiterpartei/DAP) pada bulan Juli 1921. Hitler menggunakan kebolehan berpidatonya untuk menjadi ketua partai. Dia kemudian menukar nama DAP menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau partai Nazi.
Pada tahun 1929 NSDAP menjadi pemenang mayoritas dalam pemilihan umum di kota Coburg, dan kemudian memenangi pemilu daerah Thüringen. Presiden Jerman masa itu, Paul von Hindenburg akhirnya melantik Hitler sebagai Kanselir.
Pada masa pemerintahannya sebelum Perang Dunia II. Hitler memerintah dengan menetapkan pemerataan ekonomi, meningkatkan lapangan pekerjaan dan sarana sarana umum serta proyek-proyek umum. Salah satu sumbangannya dalam dunia otomotif adalah usulannya untuk membuat kenderaan murah yang dijangkau oleh rakyat Jerman yang akhirnya diwujudkan dalam bentuk mobil Volkswagen (VW).
Pada Juni 1934, di malam yang dikenali sebagai Malam Pisau Panjang (bahasa Jerman: Nacht der langen Messer) Hitler membunuh semua penentangnya dalam partai Nazi yakni Roehm dan para pemimpin SA (Sturm Abteilungen). Hitler juga menyalahkan komunisme dan Yahudi atas situasi ekonomi yang buruk dan berhasil meraih dukungan militer dengan melaksanakan politik pembangunan peralatan militer Jerman. Hitler menyalahkan, menyerang, dan membunuh orang komunis dan Yahudi karena Hitler memiliki dendam pada orang – orang komunis dan Yahudi. Dendam yang masa hidupnya.
Teori Darwin telah memasuki benak Hitler, bahkan meresap sampai ke tulang sumsum. Hal ini amat terasa dalam bukunya Mein Kampf (Perjuanganku). Ia menyamakan ras non-Eropa sebagai kera.
Dari dalam dirinya tumbuh ‘kekuatan’ yang mendapat inspirasi dari teori Darwin bahwa untuk mempertahankan hidup manusia harus bertarung. Ia menerjemahkan impiannya dengan menyerang Austria, Cekoslowakia, Perancis, Rusia, dll. Malah terbersit nafsu menguasai seluruh dunia. Ia melansir konsep eugenetika yang menjadi dasar pijakan pandangan evolusionis Nazi. Eugenetika berarti ‘perbaikan’ ras manusia dengan membuang orang-orang berpenyakit dan cacat serta memperbanyak individu sehat. Sehingga menurut teori itu, ras manusia bisa diperbaiki dengan meniru cara bagaimana hewan berkualitas baik dihasilkan melalui perkawinan hewan yang sehat. Sedangkan hewan cacat dan berpenyakit dimusnahkan.
Tak lama setelah berkuasa, Hitler menerapkan teori itu dengan tangan besi. Orang-orang lemah mental, cacat, dan berpenyakit keturunan dikumpulkan dalam ‘pusat sterilisasi’ khusus. Karena dianggap parasit yang mengancam kemurnian rakyat Jerman dan menghambat kemajuan evolusi, maka atas perintah rahasianya, dalam waktu singkat mereka semua dibabat habis.
Masih dalam eforia teori evolusi dan eugenetika, Nazi menghimbau muda-mudi berambut pirang bermata biru yang diyakini mewakili ras murni Jerman biar berhubungan seks tanpa harus menikah. Pada 1935, Hitler memerintahkan didirikannya ladang-ladang khusus reproduksi manusia. Di dalamnya tinggal para wanita muda yang memiliki ras Arya. Para perwira SS (Schutzstaffel) sering mampir ke sana buat mesum dengan dalih eugenetika. Para bayi yang lahir kemudian disiapkan menjadi prajurit masa depan ‘Imperium Jerman’.
Menurut Charles Darwin, karena ukuran tengkorak manusia membesar saat menaiki tangga evolusi, maka di seluruh Jerman dilakukan pengukuran buat membuktikan tengkorak bangsa Jerman lebih besar dari ras lain. Mereka yang tak sebesar ukuran resmi, begitupun yang gigi, mata, dan rambut di luar kriteria evolusionis langsung dihabisi.
Pada September 1939, Hitler menyerang Polandia dengan serangan taktik blitzkrieg (serangan darat, udara secara kilat) mencapai kejayaan yang mengejutkan musuh dan jenderalnya sendiri. Serangan terhadap Polandia menyebabkan musuh-musuhnya Inggris dan Perancis menyatakan perang terhadap Jerman, dengan itu dimulailah Perang Dunia II.
Pada masa Perang Dunia II, pihak Inggris dipimpin oleh Sir Winston Churchill yang menggantikan Arthur Neville Chamberlain yang jatuh akibat skandal serbuan Nazi ke Polandia 1939, Perancis yang dipimpin oleh Jendral Gamelin yang saat itu ditunjuk sebagai komando tertinggi sekutu gagal menahan serangan kilat Jerman ke Belgia dan Perancis, Perancis akhirnya dipimpin oleh Jenderal Charles de Gaulle yang memimpin pasukan perlawanan Perancis pada masa Pemerintahan Vichy, serta bantuan Amerika Serikat yang dipimpin Jendral Eisenhower sebagai panglima mandala di Eropa meskipun sebelumnya Amerika Serikat enggan terlibat pada perang yang sebelumnya dianggap sebagai perang Eropa itu.
Setelah lama berperang dan setelah mengalami kekalahan di setiap medan pertempuran, Hitler menyadari bahwa kekalahan sudah tidak dapat dielakkan. Awal kekalahan Hitler adalah saat menggempur Kota Kursk Uni Soviet dengan Operasi Citadel, kekuatan Jerman terdiri dari 800.000 infanteri, 2.700 tank lapis baja, 2.000 pesawat tempur dan dipimpin oleh Jenderal Erich Von Manstein dan Jenderal Walther Models sedangkan kekuatan Uni Soviet terdiri dari 1.300.000 infanteri, 3.600 tank, dan 2.400 pesawat tempur. Rencana serangan ini telah diketahui secara detail oleh intelejen Uni Soviet yang berada di Switzerland. Stalin pun langsung memerintahkan tentaranya untuk membangun pertahanan kuat di kawasan Kursk. Di pertempuran inilah banyak sekali tank – tank andalan Jerman dan Uni Soviet hancur, diantaranya Tank Tiger, Panther, Elefant (Jerman) dan Tank T-34, SU -152, dan KV -1. Jerman mengalami pukulan mematikan di Stalingrad serta Serangan pukulan sekutu di Normandia dan gagal dalam Ardennes Offensive, yaitu serangan balasan yang dilakukan tentara jerman atau Wehrmacht dan beberapa divisi panzer yang masih tersisa dipimpin Jenderal Mantauffel pada saat musim salju untuk merebut kembali Kota Antwerp di Belgia. Serangan ini berlangsung secara terseok – seok dan berakhir gagal karena kurangnya pasokan logistik dan bahan bakar untuk Panzer dari Jerman sehingga banyak panzer yang masih “Fresh from the Oven” seperti tank Tiger dan Panther teronggok di pinggir jalan karena kehabisan solar.
Hitler yang menyadari kejatuhannya sudah dekat kemudian mengawini wanita simpanannya Eva Braun, kemudian bunuh diri bersama-sama pada 30 April 1945. Jasadnya dibakar agar tidak jatuh ke tangan musuh.
(dikutip dari wikipedia)
Coba alirkan sedikit kreatifitas…
